Bore Up Mio

Posted: March 6, 2011 in Uncategorized
Tags:

Bore Up Mio

Alhamdulillah,

Wanita memang ngga mau ketinggalan, dan pabrikan yamaha motor Indonesia sudah mengantisipasinya. Dengan menurunkan tunggangan bernama MIOBI, Halah… kok malah nyerempet2 kesitu… Nganu, maksud saya motor yamaha Mio memang diluncurkan untuk menanggapi era modernisasi, dan bagi orang-orang yang modis, dinamis dan mobilitas tinggi tapi anti repot. Dengan slogan yang sering dibanggakan pemakainya ” HARI GENEEE MASIH OPER GIGI?!” menyentil keras pengguna motor-motor “kuno” di jalanan. Tapi pengguna motor bebek pun bisa dengan mudah mencela pemakai motor matic, apalagi yang sudah kena korek harian didalam mesinnya oleh RAT Motorsport, ehm.. ehm.. Beettzzz langsung diangkat-angkat, wheelie di gigi 1 , masuk 2 , njemping, masuk 3 nyentak! bujubuneg… Kesetanan saking tidak mau dihina.

Penyemplak matic satu ini pun tak mau kalah, maka dibawalah Yamaha Mio ke Graha Dukun Motor RAT SPEED untuk di carikan ajimat sakti buat motornya

pasien : “mbah, niki spedah kulo wegah mlayu pripun nggih penake…?” (mbah, ini motor saya tidak mau lari gimana solusinya?  -red)

si-mbah : “uhuk… uhuk.. nek spedahmu iso ngadeg banjur trus mlayu opo ora medeni uwong2?” (kalau motormu bisa berdiri terus berlari apa orang-orang tidak pada takut semua?” -red)

pasien : GUBRAKK!!! “maksud kulo, i want my mio can run fast like a comet!”

si-mbah : MLONGO -ngomong opo bocah kui-

terpaksa kita potong pembicaraan antara si-Mbah dan pasien karena percakapannya bakal lama, gak nyambung-nyambung… hehehhe. “Dana tidak masalah, yang penting motor ngibrit mbah., ” begitu pesannya. “Kalau mau ngabuburit nanti agak sorean saja…” jawab si mbah ngga nyambung lagi. Pusing-pusing wis pokoknya motor ditinggal, sang pasien menyerahkan, kunci kontak, stnk, dan segepok uang tunai untuk memberi suntikan tenaga baru pada motor matic kecintaannya. Si mbah yang melihat duit langsung kembali perkasa layaknya waktu muda, “Allrite beibeh, im gonna pimp your ride” jawab si mbah semangat. Oalah, wong gendeng!

Setelah sang empu pergi, si mbah pun baru sadar, namanya dukun, dikasih duit banyak malah ngelu (pusing- red) diapakno iki…

Distarterlah vespa si Mbah untuk pergi ke Mall, belanja-belanja, shoping je.. Tapi yang ini Mall untuk motor, belanja part racing dan performa untuk Yamaha Mio. Barang-barang import dari Thailand semua diborong.. Baru kali ini simbah berlagak jadi borju, hehehe… tunjuk sana-tunjuk sini. Biasanya cuma bisa ngiler kalau di etalase speed shop :)

Mesin dibongkar, kerja utama adalah memperbaiki torsi mesin. Karena motor matic bekerja utamanya memanfaatkan daya sentrifugal , maka untuk menciptakan lontaran yang kuat pada kruk as, perlu disokong oleh piston besar dan kompresi padat. Tidak tanggung-tanggung, piston honda CS-1 yang baru di launching oleh Honda langsung dibenamkan di dalam silinder blok Mio. Kapasitas sekarang melonjak drastis jadi diatas 150 centimeter cubic. Dengan kontur piston agak jenong dijamin mampu melesakkan bahan bakar berdentum di ruang bakar. Ditambah lagi papasan pada pantat blok sebanyak 1.5 mm. Ngeri…

Porting Head by RAT :: PASTI PAS!Porting Head by RAT :: PASTI PAS!

Pasokan udara/bahan-bakar perlu ditambah untuk mensuplai kapasitas baru di dalam silinder, oleh karenanya lubang pemasukan- dan pembuangan di head cylinder tak luput oleh pisau tuner digital terbaru milik mbah RAT. Dihitung melalui RPM yang dimau, dikalikan panjang langkah, dibagi konstanta, dikalikan kuadran diameter porting berbanding diameter piston maka ditemukan puncak tenaga yang pas di 7.500 RPM. Torsi puncak di kisaran 5.000 RPM. Tapi oleh pir cvt pada putaran 1.500 RPM tenaga mesin sudah dibuka sepenuhnya.

1.500 RPM out perform

Tak ubahnya noken as, perangkat pengatur buka-tutup katub ini kena modifikasi di bagian pantat noken as digrinding antara durasi 0.15mm sebanyak o.72mm inlet dan 0.55mm outlet. Profil noken as yang lebih tinggi pada bubungan masuk memang disengaja untuk mengail tenaga pada bottom to mid power band, bagaikan karakter motorcross. Karena mio memang tidak bermain hingga belasan ribu RPM.

Grinding cam mioGrinding cam mio

Suplai bahan bakar diserahkan oleh KEIHIN PE 28mm yang sudah direamer habis untuk menghisap lebih banyak udara dan mensalurkan lebih banyak kabut bahan-bakar kedalam silinder. Karburator PE28 ini direamer bulat utuh di bagian belakang untuk meredam agar tidak mudah wheelie saat pertama kali motor dijalankan.Venturi yang diperbesar dimaksudkan untuk memberi nafas extra pada motor matic ini agar putaran atas terus berisi, untuk mengimbangi karakter cam yang mengumbar akselerasi. CDI untuk membuka putaran mesin dipercayakan buatan dari om Tomy Huang.

PE 28 mm full reamerPE 28 mm full reamer

Untuk mengimbangi torsi liar yang kini dihasilkan, masih perlu bantuan penyalur daya dari KAWAHARA didaulat untuk mengatur perbandingan tenaga dari mesin ke Roda. Jadi untuk akselerasi awal motor tidak terlalu wheelie dan sampai boss berkata, “ini baru namanya MODIFIKASI!”. Mantab!

Final Gir KawaharaFinal Gir Kawahara

Bore up Vixion

Posted: March 6, 2011 in Uncategorized
Tags:
Hi Velocity Porting
Porting Tambal Hi- Velocity Porting

Alhamdulillah… Datang juga kesempatan bagi kita untuk menambah ilmu. Ketika seorang sahabat merekomendasikan kepada temannya tentang bengel kami, ternyata dia tertarik untuk melakukan port-polished pada mesin motornya. Namun, kali ini tidak seperti porting Graham Bell, atau kebanyakan porting pada umumnya. Desain lubang pemasukan bahan-bakar kali ini diolah menganut paham Motoman tentang hi-velocity porting, karena kebetulan lubang porting motor kawan kita ini mirip dan memungkinkan untuk diaplikasi.

Yamaha Vixion adalah motorsport Injeksi pertama di Indonesia, dan bisa dibilang ini adalah motor paling kereeeennn yang pernah ada :) Konfigurasi empat klep untuk melayani satu silinder dan posisi busi centered adalah desain mesin dengan efisiensi volumetris ideal. Beettzzz.. kita kebet lagi kitab Hi-Velocity Porting ala MotoTune USA, nah to… mirip. Satu lubang porting melayani dua buah klep, Mangstab! Sebenernya dulu pernah kita paksakan dipraktekin pada Jupiter Z, kita sih melakukannya nothing to loose alias coba-coba aja, eh ternyata atas ijin Allah SWT bisa nembus 19 DK padahal portingnya kita persempit, heran juga sih.

PORTING KASAR + TAMBAL ARALDITE
PORTING KASAR + TAMBAL ARALDITE

Ok, kembali ke modifikasi mesin ringan untuk motor Yamaha Vixion kawan kita satu ini. Kita bongkar habis mesin vixion ini, kita pereteli satu-persatu komponennya, radiator dan sistem injeksi kita simpan. Kita buka cylinder headnya… Waladahlah… Kok portingnya masuk berjelaga hitam, wah kompresinya bocor ini, klep inlet sudah tidak optimal dalam menyekat kompresi. Hmmm… Piston juga sudah berkerak seperti satu abad tidak pernah dibongkar ni mesin. Wkwkwkwkwk :)

Porting baru... BLACK PORTING hehehehe
Porting baru… BLACK PORTING hehehehe
Cylinder Head Black Series Hekekekkeke :p
Cylinder Head Black Series Hekekekkeke :p

Baiklah, kita kuras tangki yuk… :) Permisi mas kita minta bensinnya ya buat bersihin mesin.. Gpp kan :p Weh,, ternyata pertamax isine… ra popo tambah resik mengko.. Walah baru diambil sebotol kok tumpes… heheheh. Sorry ya mas, bensin sampean ini termasuk kehilangan di bengkel, begitu juga tarikan lemot, top speed kurang, biarlah jadi kehilangan di bengkel juga, sehingga ketika keluar bengkel motor jadi maknyuss..

RAT MOTORSPORT SPECIALISATION IN CYLINDER HEAD PORTING
RAT MOTORSPORT CYLINDER HEAD PORTING

Kemudian kita lakukan inspeksi menyeluruh, dan melakukan basic ported-polished head. Kita bentuk diameter porting luar dan disamping bushing klep sesuai velocity di 9.000 RPM. Sekat pemisah kita tipiskan seperti kampak. Di tengah area porting kita bentuk ulang sehingga tidak lagi membulat melainkan ouval. Setelah itu finishing kita kasarin dengan grit alias kertas ampelas kasar. Seettt… lhoalah, lem nya yang buat nambal porting mana!? Glodhag.. lupa belum beli ternyata. Cklek nyalain laptop buat ngecek merk lemnya aku lupa. Walahdalah lem epoxy merk JB WELD yang dipakai oleh motoman harganya ratusan ribu bok.. belum lama pengiriman ke Indonesia, halah-halah… Jadi ga cocok ama prinsip kita dong, modifikasi murah meriah kencang :) Akhirnya,  timbangane kesuwen kita starter Vespa perjuangan ku tersayang bruuummm… zuuunngg… gas polll…!! Setelah muter-muter akhirnya nemu juga lem epoxy yang lumayan bisa dipakai buat nambal porting, merknya Araldite, meski bukan sponsor tetep kita sebutin merk-nya supaya kalian bisa beli juga kalo mau ketularan gila coba-coba bikin hi-velocity porting :)

Kembali ke masa kanak-kanak
Kembali ke masa kanak-kanak

Kita komposisikan araldite sebagai penambal ruang porting dengan perbandingan epoxy 1 : 1 terhadap resin. Sebelumnya area seating klep kita lindungi dengan Malam, mainan anak-anak jaman TK itu lo… mosok ga ngerti rek. Kita ketawa melihat tingkah kita sendiri, Ya Allah, dulu waktu kecil pengennya cepet dewasa, sekarang udah tua malah mainan malam kayak anak-anak… Katrok katrok.. Wkwkwkw…

Proses selanjutnya lalu kita tuangkan epoxy ke dalam area porting. Surrr… Surr… Surr… Kita ratakan. Bentuk yang tebal sekalian guys, kan nanti masih diporting lagi. Karena menurut motoman ideal tinggi tambalan adalah 25 – 30 % dari tinggi porting sebelum bos klep. Ribet ya prosesnya.. Heehehe… gpp asyik aja. Akhirnya kita nyalakan dulu sebatang rokok, 2 batang, 3 batang… kok lem nya belum kering-kering?! Halah… Ditinggal tidur aja dulu besok baru diporting.

Lem araldite tumpah ruah
Lem araldite tumpah ruah

Tak liat-liat fotoku kok gak kayak web nya Motoman ya, wkwkwkw… Ah gpp, mungkin dia nyewa foto studio dan pakai kamera SLR yang canggih ini, lha sedangkan ini kamera Hp Samsung katrok seadanya, kalo beli yang mahal takutnya tar kebanting-banting, kesiram bensin, sayang kan… Wkkwkwkw..

Lanjut, sebenarnya ada banyak cara untuk melakukan korek harian motor MX ataupun Vixion. Salah satu kunci penentu juga adalah Bore Up. Yap, Yamaha Vixion dan Jupiter MX yang kita bore Up hingga 165 cc pun tetap menganut Hi-Velocity porting. Kemudian apakah relevan dengan kapasitas yang sudah membengkak, porting justru dikecilkan? Kita tidak bisa menjawab dengan teori kali ini, namun menurut pengalaman bahkan bore up yang lebih dari 50 % dan lubang porting kita persempit memiliki putaran atas yang lebih garang. Don’t know why…

PAKET BORE UP YAMAHA VIXION / JUPITER MX 165 CC TINGGAL LEEBBB
PAKET BORE UP YAMAHA VIXION / JUPITER MX 165 CC TINGGAL LEEBBB

Dikombinasi dengan camshaft racing juga bisa, tapi jangan lupa coakan klep agak diperdalam untuk mencegah klep berciuman mesra dengan piston. Akibatnya bisa mrotoli dewe-dewe mesinnya tar hehehe..

Piston Vixion Custom
Piston Vixion Custom

Kukuurruuyuukkk… Dongeng sudah berganti hari, maka hari ini kita melakukan head porting. Bongkar dus bor tuner FOREDOM USA nih buat nge tune. Btw, kok dongeng kali ini kita banyak menyebut USA.. USA.. terus ya. Wah nanti kalian mengira kita NeoLiberalisme, Hehhehehe… Tidak kita adalah orang SBY yang demokratis dan berbudi :p halah kampanye.

Zuuunngggg… bor tuner menyala kencang, dengan lembut kita sapu permukaan tambalan porting sehingga terukur kenaikan lantai porting 30 % dari standardnya, dibentuk landai pada bibir porting, dan menukik tajam ke lubang klep mengisyaratkan udara akan mengalir deras ke dalam silinder.

R.A.T Motorsport HEAD WORK
R.A.T Motorsport HEAD WORK
R.A.T motorsport Exhaust Porting
R.A.T motorsport Exhaust Porting
R.A.T motorsport Hi-Velocity Porting
R.A.T motorsport Hi-Velocity Porting

Well, akhirnya purna juga tugas kita. Sekarang waktunya merakit motor. Sudah dikejar garis mati nih, kalo ga dibayar nanti bisa gawat hehehehehe… Dan disini kita berbagi untuk kalian semua. Selamat menikmati.

Tetap Sehat, Tetap Semangat! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari.

RED DEVIL VIXION
RED DEVIL VIXION
YAMAHA VIXION IN ACTION
YAMAHA VI


Head Yamaha Jupiter MX Klep Suzuki Satria F150

Modifikasi Yamaha Jupiter MX 150 cc

R.A.T MOTORSPORT PORTING CYLINDER HEAD

Ffffiiuuhh… syukurlah rampung juga project modifikasi mesin Yamaha Jupiter MX special order dari Jakarta. Setelah seminggu lebih mesin ngendon pada proses manufacturing di tukang bubut, datanglah cylinder head lengkap dengan rubahan Klep milik Suzuki Satria F150. Hore, dengan suka cita dan riang gembira kita membuat welcome party untuk kedatangan sang mesin, ckckckc… kaya apa aja J Suka lebay… hahahaha…

Ported Cylinder Head YAMAHA

Wih.. uapik tenan yo valve seat dari bahan alumunium bronze,selain menambah performa, estetika mesin meningkat. Kelihatan eksotis banget gitu lohhh… maunya sih kita laminating aja nih mesin terus dipajang di etalase heheheh tapi apa daya, ini mesin performa bukan buat pajangan. Buat di Gas Polll…!!!

Cylinder Head Set Siap dikirim

Dengan Konfigurasi klep dari motor Suzuki Satria F150, 22mm untuk intake valve, serta 19mm untuk exhaust valve dirasa cukup untuk mensuplai lonjakan kapasitas mesin sekitar 150cc yang sudah mengadopsi 57mm bore, mengimbangi panjang stroke sehingga konfigurasi mesin saat ini mendekati Square dengan desain ini diharapkan power atas-bawah dapet.

Kem Racing MX

Cylinder Head MX Klep Suzuki Satria FU 150

Bor Tuner pun dikeluarkan dari kardus, tidak lupa sigmat, caliper gauge, mata tuner dan senjata paling penting dari H.Wawan, kopi hitam pahit! Setelah dilakukan measuring pada cylinder head, mengukur volume standard lubang intake, volume standard lubang exhaust, combustion chamber volume, dicatat sana-sini kalkulasi sini-situ, mulai deh mengencangkan mata tuner di ujung bor. Siap perang!

Proses “pemerkosaan” mesin pun dilanjutkan, zzzuuunnnggg mata tuner dan tangan H.Wawan menyatu menyabet sekat antara valve guide, membuatnya menjadi sangat tipis dan terlihat tajam layaknya kampak. Dilanjutkan dengan expanded side 1mm dari ukuran standard. Gerus, digerus, dielus, dielus. Lumayan lama juga nih menyelesaikan porting job karena diperlakukan layaknya bini, diati-ati, alon-alon boy! Finishing port permukaan diselesaikan dengan kertas gosok kasar agar permukaan intake port tidak terlalu licin, melainkan masih beralur. Akhirnya terbentuklah intake port sebesar 25.5mm, mengingat diameter klep jika disatukan adalah 31mm, rasio porting saat ini adalah 82% dari diameter klep dan melalui kalkulasi velocity porting ini didesain bekerja efisien mengejar putaran mesin diatas 10.000 RPM. Untuk mengejar akselerasi maka mesin ini didesain untuk kuat digebuk kompresi 11 : 1. Isinya pake pertamax plus ya bos, tapi kalo lagi bokek diisi premium juga gpp heheheh.. Jangan lupa kampas kopling diganti punya Honda Karisma, trus pir kopling pake yang bagusan biar power transfer gak lost di kopling.

R.A.T Ported Cylinder Head

Exhaust port dibuat smooth, dan dipoles beberapa kali agar mengkilat serta memperlambat exhaust port berkerak. Mengingat jalur ini dilalui akan dilalui hawa-hawa panas meski tak sepanas api neraka, ingatlah wahai manusia hidup hanya sementara saja. Jah, kok khotbah. Kembali ke teknikal, tarik mang.

Setelah selasai porting tinggal menerapkan camshaft, masuklah ke laboraturium noken as kita. Disini camshaft didesain ulang untuk trek jarak jauh karena mengingat sang empu nya motor masih suka make ni motor jalan-jalan. Lagian Jakarta kan seneng balap jarak jauh, a.k.a 800metres jadi ya noken as menyesuaikan lah.

Oiya, exhaust sistem kita ganti dengan knalpot Racing AHAU special order untuk Yamaha Jupiter MX. Dikarenakan kita keliru order, ternyata knalpot yang di desain untuk Road Race seperti order terakhir T_T hiks hiks… Jadinya gak bisa dipasang ke footstep standard. Ga ada yang mau beli nih, dijual murmer deh, dihitung harga second J Ayo ayo yang beli yang beli.. tele-tele ya bookkkk… ^_~

Cape deh pokoknya kalo ngejelasin, mending liat-liat gambarnya aja lebih afdol, beautiful!

knalpot AHAU Jupiter MX

KOREK VEGA R DAN JUPITER Z

 

Korek Harian Murah Meriah New Vega & Jupiter MX

Assalamuallaikum warrahmatullah,
Riset diatas Dynotest bukan hanya dikhususkan untuk motor balap saja, atas dorongan permintaan pelanggan kami dan tentunya dengan itikad untuk tetap menjaga dan menjadikan kepuasan pelanggan adalah hal yang utama bagi kami, maka kami melakukan riset korek harian untuk motor new vega dan jupiter mx ini diatas mesin pengukur daya. Apakah benar korek harian murah meriah mampu memberikan perbaikan dalam hal tenaga dan torsi, dan membuktikan dengan efisiensi dana kita mampu mengembangkan motor yang bertenaga optimal dan masih nyaman untuk ke kantor, ke sekolah, pacaran, maupun kejar-kejaran kalau ada pengendara lain yang tengil di jalan hehehe…
Dan alhamdulillah, ingat hasil akhir bukanlah power mesin besar, tetapi satu kata pelanggan, “terima kasih, saya puas dengan hasil modifikasinya mas…”
Hasil Dynotest Yamaha Vega setelah Modifikasi Ringan  11 DK on wheel @ 9000 RPM & 8,97 Nm @ 8700 RPM. Karakter power band yang luas di putaran tinggi serta kenaikan tautan torsi dan tenaga yang sudah mampu didapat di putaran rendah dan tetap bertahan hingga putaran tinggi adalah sebuah ukuran mesin mampu berakselerasi cepat dan masih bernafas panjang. Untuk memperoleh itu, desain porting dan noken as yang berimbang dengan konfigurasi mesin square ( panjang stroke dan diameter piston serupa) merupakan bukti bahwa mesin square mampu membagi rata tenaga dari RPM bawah hingga atas. Untuk aplikasi perkotaan yang membutuhkan stop and go, mesin akan merespon pelintiran gas dengan baik namun lembut. Tidak ada aplikasi part racing kecuali BRT neo hyperband, untuk mengontrol pengapian pada mesin hasil modifikasi kita, kami percaya Capasitor ini mampu menunjang bunga api hingga putaran tinggi dalam kondisi mesin kompresi tinggi dengan stabil, dapat dilihat kurva tenaga masih terjaga hingga RPM 10.500 dengan angka mendekati 10 dk. Jauh di angka standard tenaga Yamaha Jupiter-Z yang hanya sanggup bertarung hingga power 6,95 dk di 7.500 rpm, dan kami beruntung bisa diberi kesempatan mengembangkan mesin 60 % lebih besar dari bawaan pabrikan. Alhamdulillah, hasil inilah yang membuat pemiliknya bangga mengendarai motornya saat ini. Terima kasih atas kepercayaannya untuk meriset bersama kami, saudara.

<div

gns community

Posted: January 30, 2011 in Uncategorized

This slideshow requires JavaScript.

Perkembangan seni rupa indonesia

Posted: January 30, 2011 in Tutorial

PERKEMBANGAN SENI RUPA INDONESIA

A. Sifat – Sifat Umum Seni Rupa Indonesia
1. Bersifat tradisional/statis
Dengan adanya kebudayaan agraris mengarah pada bentuk kesenian yang berpegang pada suatu kaidah yang turun temurun
2. Bersifat Progresif
Dengan adanya kebudayaan maritim. Kesenian Indonesia sering dipengaruhi kebudayaan luar yang kemudian di padukan dan dikembangkan sehingga menjadi milik bangsa Indonesia sendiri
3. Bersifat Kebinekaan
Indonesia terdiri dari beberapa daerah dengan keadaan lingkungan dan alam yang berbeda, sehingga melahirkan bentuk ungkapan seni yang beraneka ragam
4. Bersifat Seni Kerajinan
Dengan kekayaan alam Indonesia yang menghasilkan bermacam – macam bahan untuk membuat kerajinan
5. Bersifat Non Realis
Dengan latar belakang agama asli yang primitif berpengaruh pada ungkapan seni yang selalu bersifat perlambangan / simbolisme

B. Seni Rupa Prasejarah Indonesia
Jaman prasejarah (Prehistory) adalah jaman sebelum ditemukan sumber – sumber atau dokumen – dokumen tertulis mengenai kehidupan manusia. Latar belakang kebudayaannya berasal dari kebudayaan Indonesia yang disebarkan oleh bangsa Melayu Tua dan Melayu Muda. Agama asli pada waktu itu animisme dan dinamisme yang melahirkan bentuk kesenian sebagai media upacara (bersifat simbolisme)
Jaman prasejarah Indonesia terbagi atas: Jaman Batu dan Jaman Logam

1. Seni Rupa Jaman Batu
Jaman batu terbagi lagi menjadi: jaman batu tua (Palaeolithikum), jaman batu menengah (Mesolithikum), Jaman batu muda (Neolithikum), kemudian berkembang kesenian dari batu di jaman logam disebut jaman megalithikum (Batu Besar)
Peninggalan – peninggalannya yaitu:
a. Seni Bangunan
Manusia phaleolithikum belum meiliki tempat tinggal tetap, mereka hidup mengembara (nomaden) dan berburu atau mengumpulkan makanan (food gathering) tanda – tanda adanya karya seni rupa dimulai dari jaman Mesolithikum. Mereka sudah memiliki tempat tinggal di goa – goa. Seperti goa yang ditemukan di di Sulawesi Selatan dan Irian Jaya. Juga berupa rumah – rumah panggung di tepi pantai, dengan bukti – bukti seperti yang ditemukan di pantai Sumatera Timur berupa bukit – bukit kerang (Klokkenmodinger) sebagai sisa – sisa sampah dapur para nelayan
Kemudian jaman Neolithikum, manusia sudah bisa bercocok tanah dan berternak (food producting) serta bertempat tinggal tinggal di rumah – rumah kayu / bambu
Pada jaman megalithikum banyak menghasilkan bangunan – bangunan dari batu yang berukuran besar untuk keperluan upacara agama, seperti punden, dolmen, sarkofaq, meja batu dll
b. Seni Patung
Seni patung berkembang pada jaman Neolithikum, berupa patung – patung nenek moyang dan patung penolak bala, bergaya non realistis, terbuat dari kayu atau batu. Kemudian jaman megalithikum banyak itemukan patung – patung berukuran besar bergaya statis monumental dan dinamis piktural
c. Seni Lukis
Dari jaman Mesolithikum ditemukan lukisan – lukisan yang dibuat pada dinding gua seperti lukisan goa di Sulawesi Selatan dan Pantai Selatan Irian Jaya. Tujuan lukisan untuk keperluan magis dan ritual, seperti adegang perburuan binatang lambang nenek moyang dan cap jari. Kemudian pada jaman neolithikum dan megalithikum, lukisan diterapkan pada bangunan – bangunan dan benda – benda kerajinan sebagai hiasan ornamentik (motif geometris atau motif perlambang)

2. Seni Rupa Jaman Logam
Jaman logam di Indonesia dikenal sebagai jaman perunggu, Karena banyak ditemukan benda – benda kerajinan dari bahan perunggu seperti ganderang, kapak, bejana, patung dan perhiasan, karya seni tersebut dibuat dengan teknik mengecor (mencetak) yang dikenal dengan 2 teknik mencetak:
1) Bivalve, ialah teknik mengecor yang bisaa di ualng berulang
2) Acire Perdue, ialah teknim mengecor yang hany satu kali pakai (tidak bisa diulang)

C. Seni Rupa Indonesia Hindu
Kebudayaan Hindu berasal dari India yang menyebar di Indonesia sekitar abad pertama Masehi melalui kegiatan perdagangan, agama dan politik. Pusat perkembangannya di Jawa, Bali dan Sumatra yang kemudian bercampur (akulturasi) dengan kebudayaan asli Indonesia (kebudayaan istana dan feodal). Prose akulturasi kebudayan India dan Indonesia berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu yang lama, yaitu dengan proses:
a. Proses peniruan (imitasi)
b. Proses Penyesuaian (adaptasi)
c. Proses Penguasaan (kreasi)

1. Ciri – Ciri Seni rupa Indonesia Hindu
a. Bersifat Peodal, yaitu kesenian berpusat di istana sebagai medi pengabdian Raja (kultus Raja)
b. Bersifat Sakral, yaitu kesenian sebagai media upacara agama
c. Bersifat Konvensional, yaitu kesenian yang bertolak pada suatu pedoman pada sumber hukum agama (Silfasastra)
d. Hasil akulturasi kebudayaan India dengan indonesia

2. Karya Seni Rupa Indonesia Hindu
a. Seni Bangunan:
1) Bangunan Candi
Candi berasala dari kata “Candika” yang berarti nama salah satu Dewa kematian (Dugra). Karenanya candi selalu dihubungkan dengan mnumen untuk memuliakan Raja yang meninggal contohnya candi Kidal untuk memuliakan Raja Anusapati, selain itu candi pula berfungsi sebagai:
– Candi Stupa: didirikan sebagai lambang Budha, contoh candi Borobudur
– Candi Pintu Gerbang: didirikan sebagai gapura atau pintu masuk, contohnya candi Bajang Ratu
– Candi Balai Kambang / Tirta: didirikan didekat / ditengah kolam, contoh candi Belahan
– Candi Pertapaan: didirikan di lereng – lereng tempat Raja bertapa, contohnya candi Jalatunda
– Candi Vihara: didirikan untuk tempat para pendeta bersemedhi contohnya candi Sari
Struktur bangunan candi terdiri dari 3 bagian
– Kaki candi adalah bagian dasar sekaligus membentuk denahnya (berbentuk segi empat, ujur sangkar atau segi 20)
– Tubuh candi. Terdapat kamar – kamar tempat arca atau patung
– Atap candi: berbentuk limas an, bermahkota stupa, lingga, ratna atau amalaka
Bangunan candi ada yang berdiri sendiri ada pula yang kelompok. Ada dua system dalam pengelempokan candi, yaitu:
– Sistem Konsentris (hasil pengaruh dari India) yaitu induk candi berada di tengah – tengah anak – anak candi, contohnya kelompok candi lorojongrang dan prambanan
– System membelakangi (hasil kreasi asli Indonesia )yaitu induk candi berada di belakang anak – anak candi, contohnya candi penataran
2) Bangunan pura
Pura adalah bangunan tempat Dewa atau arwah leluhur yang banyak didirikan di Bali. Pura merupakan komplek bangunan yang disusun terdiri dari tiga halaman pengaruh dari candi penataran yaitu:
– Halaman depan terdapat balai pertemuan
– Halaman tengah terdapat balai saji
– Halaman belakang terdapat; meru, padmasana, dan rumah Dewa
Seluruh bangunan dikelilingi dinding keliling dengan pintu gerbangnya ada yang berpintu / bertutup (kori agung) ada yang terbuka ( candi bentar)
– Pura agung, didirikan di komplek istana
– Pura gunung, didirikan di lereng gunung tempat bersemedhi
– Pura subak, didirikan di daerah pesawahan
– Pura laut, didirikan di tepi pantai
3) Bangunan Puri
Puri adalah bangunan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan pusat keagamaan. Bangunan – bangunan yang terdapat di komplek puri antara lain: Tempat kepala keluarga (Semanggen), tempat upacara meratakan gigi (Balain Munde) dsb
b. Seni patung Hindu Budha
Patung dalam agama Hindu merupakan hasil perwujudan dari Raja dengan Dewa penitisnya. Orang Hindu percaya adanya Trimurti: Dewa Brahma Wisnu dan Siwa. Untuk membedakan mereka setiap patung diberi atribut keDewaan (laksana/ciri), misalnya patung Brahma laksananya berkepala empat, bertangan empat dan kendaraanhya (wahana) hangsa). Sedangkan pada patung wisnu laksananya adalah para mahkotanya terdapat bulan sabit, dan tengkorak, kendaraannya lembu, (nadi) dsb
Dalam agama Budha bisaa dipatungkan adalah sang Budha, Dhyani Budha, Dhyani Bodhidattwa dan Dewi Tara. Setiap patung Budha memiliki tanda – tanda kesucian, yaitu:
– Rambut ikal dan berjenggot (ashnisha)
– Diantara keningnya terdapat titik (urna)
– Telinganya panjang (lamba-karnapasa)
– Terdapat juga kerutan di leher
– Memakai jubah sanghati
c. Seni hias Hindu Budha
Bentuk bangunan candi sebenarnya hasil tiruan dari gunung Mahameru yang dianggap suci sebagai tempatnya para Dewa
Oleh sebab itu Candi selalu diberi hiasan sesuai dengan suasana alam pegunungan, yaitu dengan motif flora dan fauna serta mahluk azaib. Bentuk hiasan candi dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1) Hiasan Arsitektural ialah hiasan bersifat 3 dimensional yang membentuk struktur bangunan candi, contohnya:
– Hiasan mahkota pada atap candi
– Hisana menara sudut pada setiap candi
– Hiasan motif kala (Banaspati) pada bagian atas pintu
– Hiasan makara, simbar filaster,dll
1) Hiasan bidang ialah hiasan bersifat dua dimensional yang terdapat pada dinding / bidang candi, contohnya
– Hiasan dengan cerita, candi Hindu ialah Mahabarata dan Ramayana: sedangkan pada candi Budha adalah Jataka, Lalitapistara
– Hiasan flora dan fauna
– Hiasan pola geometris
– Hiasan makhluk khayangan

3. Kronologis Sejarah Seni rupa Hindu Budha
a. Seni rupa Jawa Hindu periode Jawa Tengah, terbagi atas:
1) Jaman Wangsa Sanjaya
Candi – candi hanya didirikan di daerah pegunungan. Seni patungnya merupakan perwujudan antara manusia dengan binatang (lembu atau garuda)
2) Jaman Wangsa Syailendra
Peninggalan candinya : kelompok Candi Prambanan, Kelompok Candi Sewu, Candi Borobudurm, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Mendut Dan Kelompok Candi Plaosan
Seni patungnya bersifat Budhis, contohnya patung Budha dan Budhisatwa di Candi Borobudur
b. Seni rupa Jawa Hindu periode Jawa Timur, terbagi atas:
1) Jaman Peralihan
Pada seni bangunannya sudah meperlihatkan tanda – tanda gaya seni jawa timur seperti tampak pada Candi Belahan yaitu pada perubahan kaki candi yang bertingkat dan atapnya yang makin tinggi. Kemudian pada seni patungnya dudah tidak lagi memperlihatkan tradisi India, tetapi sudah diterapkan proposisi Indonesia seperti pada patung Airlangga
2) Jaman Singasari
Pada seni bangunannya sudah benar – benar meperlihatkan gaya seni Jawa Timur baik pada struktur candi maupun pada hiasannya, contohnya: candi singosari, candi kidal, dan candi jago. Seni patungnya bergaya Klasisistis yang bertolak dari gaya seni Jawa Tengah, hanya seni patung singosari lebih lebih halus pahatannya dan lebih kaya dengan hiasan contohnya patung Prajnaparamita, Bhairawa dan Ganesha.
3) Jaman Majapahit
Candi – candi Majapahit sebagian besar sudah tidak utuh lagi karena terbuat dari batu bata, perbedaan dengan candi di Jawa Tengah yang terbuat dari batu kali / andhesit peninggalan candinya: kelompok candi Penataran, Candi Bajangratu, candi Surowono, candi Triwulan dll
Kemudian pada seni patungnya sudah tidak lagi memperlihatkan gaya klasik Jawa Tengah, melainkan gaya magis monumental yang lebih menonjolkan tradisi Indonesia seperti tampak pada raut muka, pakaian batik dan perhiasan khas Indonesia. Selain patung dari batu juga dikelan patung realistic dari Terakotta (tanah liat) hasil pengaruh darin Campa dan China, contohnya patung wajah Gajah Mada
c. Seni Rupa Bali Hindu
Di Bali jarang ditemukan candi sebab masyarakatnya tidak mengenal Kultus Raja. Seni bangunan utama di Bali adalah Pura dan Puri. Pura sebagai bangunan suci tetapi di dalamnya tidak terdapat patung perwujudan Dewa karena masyarakat Bali tidak mengenal an-Iconis yaitu tidak mengebal patung sebagai objek pemujaan, adapun patung hanya sebagai hiasan saja

4. Perbedaan Gaya Seni Jawa Tengah Dengan Jawa Timur
a. Perbedaan struktur bangunan candi
– Candi Jateng terbuat dari batu adhesit, sedangkan di Jatim terbuat dari batu bata
– Candi Jateng bentuknya tambun, sedangkan di Jatim bentuknya ramping
– Kaki candi Jateng tidak berundak sedangkan di Jatim berundak
– Atap candi Jateng pendek, sedangkan di Jatim lebih tinggi
– Kumpulan candi di Jateng dengan system konsentris, sedangkan di Jatim dengan system membelakangi
b. Perbedaan pada seni patungnya
– Patung – patung di Jateng hanya sebagai perwujudan Dewa/Raja sedangkan di Jatim ada pula perwujudan manusia bisaa
– Seni patung Jateng bergaya simbolis realistis, sedangkan di Jatim jaman Singasari bergaya klasisitis dan jaman Majapahit bergaya magis monumental
– Prambandala (lingkaran kesaktian) pada patung Jateng terdapat pada bagian belakang kepala, sedangkan di Jatim terdapat di bagian belakang seluruh tubuh menyerupai lidah api
– Pakaian Raja / Dewa pada seni patung Jateng masih dipengaruhi tradisi India, sedangkan di Jatim khas Indonesia seperti pakaian batik, selendang dan ikat kepala
c. Perbedaan hiasan candi
– Hiasan adegan cerita pada candi Jateng bergala realis, sedangkan di Jatim bergaya Wayang (distorsi)
– Adegan cerita pada candi Jateng hanya tentang Mahabarata dan Ramayana, sedangkan di Jatim ada pula adegan cerita asli Indonesia, misalnya cerita Panji
– Motif hias pada candi di Jateng bersifat Hindu dan Budha sedangkan di Jatim ada pula hias asli Indonesia sperti motif penawakan dan gunungan serta perlambangan
– Hiasan pada candi di Jatim lebih padat dan dipusatkan pada seni Cina seperti motif awan dan batu karang

D. Seni Rupa Indonesia Islam
Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 M oleh para pedagang dari India, Persia dan Cina. Mereka menyebarkan ajaran Islam sekligus memperkenalkan kebudayaannya masing – masing, maka timbul akulturasi kebudayaan
Seni rupa Islam juga dikembangkan oleh para empu di istana – istana sebagai media pengabdian kepada para penguasa (Raja/Sultan) kemudian dalam kaitannya dengan penyebaran agama Islam, para walipun berperan dalam mengembangkan seni di masyarakat pedesaan, misalnya da’wah Islam disampaikan dengan media seni wayang

1. Ciri – Ciri Seni Rupa Indonesia Islam
a. Bersifat feodal, yaitu kesenian yang bersifat di istana sebagai media pengabdian kepada Raja / sultan
b. Bersumber dari kesenian pra Islam (seni prasejarah dan seni Hindu Budha)
c. Berperan
2. Karya Seni Rupa Indonesia Islam
a. Seni Bangunan
1. Mesjid
Pengaruh hindu tampak pada bagian atas mesjid yang berbentuk limas bersusun ganjil (seperti atap Balai Pertemuan Hindu Bali), contohnya atap mesjid Agung Demak dan Mesjid Agung Banten
2. Istana
Istana / keraton berfungsi sebagai tempat tinggal Raja, pusat pemerintahan. Pusat kegiatan agama dan budaya. Komplek istana bisaanya didirikan di pusat kota yang dikelilingi oleh dinding keliling dan parit pertahanan.
3. Makam
Arsitektur makam orang muslimin di Indonesia merupakan hasil pengaruh dari tradisi non muslim. Pengaruh seni prasejarah tampak pada bentuk makam seperti punden berundak. Sedangkan pengaruh hindu tampak pada nisannya yang diberi hiasan motif gunungan atau motif kala makara. Adapun pengaruh dari Gujarat India yaitu pada makam yang beratap sungkup
b. Seni Kaligrafi
Seni kaligrafi atau seni khat adalah seni tulisan indah. Dalam kesenian Islam menggunakan bahasa arab. Sebagai bentuk simbolis dari rangkaian ayat – ayat suci Al – Qur’an. Berdasarkan fungsinya seni kaligrafi dibedakan menjadi, yaitu:
1) Kaligrafi terapan berfungsi sebagai dekorasi / hiasan
2) Kaligrafi piktural berfungsi sebagai pembentuk gambar
3) Kaligrafi ekspresi berfungsi sebagai media ungkapan perasaan seperti kaligrafi karya AD. Pireus dan Ahmad Sadeli
c. Seni Hias
Seni hias islam selalu menghindari penggambaran makhluk hidup secara realis, maka untuk penyamarannya dibuatkan stilasinya (digayakan) atau diformasi (disederhanakan) dengan bentuk tumbuh – tumbuhan

E. Seni Rupa Indonesi Modern
Istilah “modern” dalam seni rupa Indonesia yaitu betuk dan perwujudan seni yang terjadi akibat dari pengaruh kaidah seni Barat / Eropa. Dalam perkembangannya sejalan dengan perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan
1. Masa Perintis
Dimulai dari prestasi Raden Saleh Syarif Bustaman (1807 – 1880), seorang seniman Indonesia yang belajar kesenian di eropa dan sekembalinya di Indonesia ia menyebarkan hasil pendidikannya. Kemudian Raden Saleh dikukuhkan sebagai bapak perintis seni lukisan modern
2. Masa seni lukis Indonesia jelita / moek (1920 – 1938)
Ditandai dengan hadirnya sekelompok pelukis barat yaitu Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smite, R. Locatelli dan lain – lain. Ada beberapa pelukis Indonesia yang mengikuti kaidah / teknik ini antara lain: Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki Abdullah, Wakidi dan Wahid Somantri
3. Masa PERSAGI (1938 – 1942)
PERSAGI (Peraturan Ahli Gambar Indonesia) didirikan tahun 1938 di Jakarta yang diketuai oleh Agus Jaya Suminta dan sekreTarisnya S. Sujoyono, seangkan anggotanya Ramli, Abdul Salam, Otto Jaya S, Tutur, Emira Sunarsa (pelukis wanita pertama Indonesia) PERSAGI bertujuan agar para seniman Indonesia dapat menciptakan karya seni yang kreatif dan berkepribadan Indonesia
4. Masa Pendudukan Jepang (1942 – 1945)
Pada jaman Jepang para seniman Indonesia disediakan wadah pada balai kebudayaan Keimin Bunka Shidoso. Para seniman yang aktif ialah: Agus Jaya, Otto Jaya, Zaini, Kusnadi dll. Kemudian pada tahun 1945 berdiri lembaga kesenian dibawah naungan POETRA (Pusat tenaga Rakyat) oleh empat sekawan: Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH. Mansur
5. Masa Sesudah Kemerdekaan (1945 – 1950)
Pada masa ini seniman banyak teroragisir dalam kelompok – kelompok diantaranya:
Sanggar seni rupa masyarakat di Yogyakarta oleh Affandi, Seniman Indonesia Muda (SIM) di Madiun, oleh S. Sujiono, Pusat Tenaga Pelukis Indonesia (PTPI) Djajengasmoro, Himpunan Budaya Surakarta (HBS) dll
6. Masa Pendidikan Seni Rupa Melalui Pendidikan Formal
Pada tahun 1950 di Yogyakarta berdiri ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) yang sekarang namanya menjadi STSRI (Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia) yang dipelopori oleh RJ. Katamsi, kemudian di Bandung berdiri Perguruan Tinggi Guru Gambar (sekarang menjadi Jurusan Seni Rupa ITB) yang dipelopori oleh Prof. Syafe Sumarja. Selanjutnya LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) disusul dengan jurusan – jurusan di setiap IKIP Negeri bahkan sekarag pada tingat SLTA
7. Masa Seni Rupa Baru Indonesia
Pada tahun 1974 muncul para seniman Muda baik yang berpendidikan formal maupun otodidak, seperti Jim Supangkat, S. Priaka, Harsono, Dede Eri Supria, Munni Ardhi, Nyoman Nuarta, dll

F. Aliran – Aliran Seni Lukis
Aliran seni lukis muncul di eropa pada abd ke 19 yang dipengaruhi oleh pesatya perkembangan di bidang ilmu dan teknologi. Penemuan teori – teori baru itu kemudian dijadikan kaidah seni yang berlaku dalam ikatan kelompok pendukungnya, maka lahirlah suatu aliran atau faham dalam seni:
1. Kalsisisme, cirinya: Objek lukisan seperti dibuat – buat dekoratif, berkesan indah dan elok. Tokohnya: Watteau, Ringaud, Viee Lebrun, Fragnorad dan Marisot Boucher
2. Neoklasisisme, cirinya objek lukisan sekitar lingungan istana dan tokoh agama, bersifat intelektual dan akademis. Semua bentuk dibatasi dengan garis nyata, berkesan tenang dan agung. Pelopornya Louis Davis kemudian dilanjutkan oleh Ingres
3. Romantisme, cirinya: bertemakan tentang cerita yang dahsyat atau kegemilangan sejarah dan peristiwa yang menggugah perasaan, emosional kaya dengan warna dan kontras cahaya, kesan gerak lebih menonjol bahkan melebihi kejadian sebenarnya. Tokohnya: Teodore Gericault, Delaxroix, Cemille Corot, Rouseau. Millet dll
4. Realisme, cirinya: mengungkapkan kejadian yang sebenarnya dengan objek lukisan tentang rakyat jelata, kemiskinan atau kepahitan hidup, penderitaan dan kesibukan – kesibukan, tokohnya Gustave Courbet dan George Hendrik Breitner
5. Naturalisme, cirinya: melukis objek alam / pemandangan secara visual (forografis) tanpa ada penafsiran lain. Pelukisnya; Rudolf Bonnet, Le Mayeur, R. Locatelli dab Albercth Durer
6. Improsionisme, cirinya: melukis kesan alam secara langsung dan cepat berdasarkan kaidah hukum cahaya, garis kontur / blabar dan kaya dengan warna, pelukisnya : Claude Monet, Degas, Pisarro dll
7. Pointilisme, cirinya: melukis dengan teknik bintik – bintik kecil untuk menampilkan efek cahaya dan warna, pelukisnya Seurat
8. Ekspresionisme, cirinya : hasil ungkapan emosi dan perasaan objeknya menyimpang dari bentuk alam, spontanitas dan kecepatan dalam melukis dana menggunakan warna secara murni. Pelopornya ialah Vincent, Van Gogh dan para pengikutnya: Emil Nolde, Karl Scmidt dan Mondesohn
9. Kubisme, ada dua jenis yaitu Kubisme Analitis cirinya objek lukisan menyerupai susunan balok / kubus yang berkesan 3 dimensi, dan kubisme sintesis cirinya objek lukisan menyerupai susunan bidang trasparan yang berkesan 2 dimensi. Pelukisnya Pablo Picasso, George Braque, Jan Gris, dan Fernand Leger
10. Futurisme, cirinya: menampilkan kesan gerak pada objek dengan cara pengulangan bentuk yang berubah – rubah arah. Pelukisnya: G. Balla, Severini, dan Carlo Carra
11. Abstrak, cirinya melukis hasil ungkapan batin yang tidak ada identifikasinya di dunia nyata dengan mempergunakan kesatuan garis, bidang, warna dan unsur seni rupa lainnya. Pelukisnya : Wassily Kadinsky, Piet Mondrin dan Malevich
12. Dadaisme, cirinya: lukisan seperti kekanak – kekanakan, nihilistic, naïf, lucu, menolak hukum seni dan keindahan. Pelopornya Paul Klee
13. Surrealisme, cirinya: objek lukisan tampak aneh dan asing seolah – olah hanya terdapat di alam impian , pelukisnya Salvador dali, Marc Ghagall Joan Miro dll.
14. Pop Art, cirinya: berkesan seolah – olah sindiran, karikatur, humor dan apa adanya dari objek aa saja dapat ditampilkan walaupun tidak lajim dalam karya seni, senimannya Tom Waselman, Cristo dan lain – lain
15. Optical Art, cirinya: termasuk seni non objektif dengan menampilkan bentuk – bentuk geometris atau garis – garis yang diulang secara teratur rapih dan terperinci dengan warna – warna cemerlang pelukisnya: Jackson Pollok, William de Kooning dan Andy Warhol